(aku) Sang Penunggu hujan (i’ll do my crying in the rain)

25 Maret 2012 pukul 18:48

Hujan….aku suka hujan….suara riaknya tik tok diatap….pias-piasnya di daun2…..

kerap kali aku berdiri sendiirian disini menunggu hujan, saat tiba rasanya aku merasakan kehadiran semua potongan masa silam, aku dengan segala idealitasku…aku dengan segala keangkuhanku sebagai perempuan, mana mungkin aku menangisi kehidupan?

 

I’ll never let you see

The way my broken heart is hurting me

I’ve got my pride and I know how to hide

All my sorrow and pain

I’ll do my crying in the rain

 

If I wait for cloudy skies

You won’t know the rain from the tears in my eyes

You’ll never know that I still love you so

Though the heartaches remain

I’ll do my crying in the rain

 

Rain drops falling from heaven

Could never wash away my misery

But since we’re not together

I look for stormy weather

To hide these tears I hope you’ll never see

 

Some day when my crying’s done

I’m gonna wear a smile and walk in the sun

I may be a fool but till then darling you’ll

Never see me complain

I’ll do my crying in the rain

 

 

I WON’T LET YOU KNOW MY TEARS, MOM AND DADDY………….

Tuhan menegur saya……

Dompet hilang. Anehnya uang bertebaran didalam tas. Yang ilang Cuma sebagian kecil uang dan ATM, surat2 beserta sebuah foto kesayangan, foto ibunda tercinta…………..Pagi itu tak biasanya saya melihat foto bunda ada perasaan rindu membuncah, kuciumi fto itu sambil menahan air mata…biasanya saya cuma memandangnya, tapi entah kenapa hari itu aku ingin meencium sepotong wajah itu sebelum siangnya saya kehilangan dompet beserta fto itu……seperti ada firasat akan kehilangan….

 

Saya renungi semalaman , hikmahnya akhirnya saya temukan juga…meski Cuma subyektifitas saya belaka……

 

Tuhan menegur saya…..

 

Foto Bunda selalu saya bawa kemana saja, meski saat melihat wajahnya selalu ada perasaan perih, tak jarang membuat mata tiba2 panas dan basah. Kadang saya merasa Allah tak adil, ada perasaan dicurangi takdir…..Inilah saya dengan keterbatasan saya, betapa tak bijaknya saya sebagai  manusia pendosa sampai bersuudzon pada Sang pencipta. Saya hanya belum mampu mencermati kematian, bukankah semua kesana pada akhirnya? Yang pasti itu mati. Apa bedanya Bunda diambil sekarang atau nanti? Toh Tuhan sudah menggariskan semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.  Saya nanti juga pasti akan mati, kalian juga mati…teman2…semua yang kucintai….semua akan mati…. Entah kapan….

 

Tuhan menegur saya…….

 

Mungkin Allah tak ingin melihat saya selalu meratapi sepotong wajah didompetku, Allah tak ingin saya menggugat takdirnya….karena semua yang Dia gariskan adalah mutlak kuasaNYA.

Ya Rabb, ampuni segala daki yang ada pada hamba…..ajari hamba membaca hikmah yang kau suratkan dalam setiap peristiwa…..setiap anugerah dan bencana…..jagalah keimanan hamba…..

 

 

Amin….

 

Bunda, meski tanpa fotomu didompetku, tapi setiap doa dan wajahmu akan selalu terkenang…..insyaalah saya akan selalu berpedoman pada setiap norma yang kau tanamkan, ditengah kehidupan yang semakin meliar, percayalah….saya tetaplah putri kecilmu yang dulu selalu manja minta dipangku….saya yang selalu minta disuapi meski sudah beranjak dewasa……saya yang selalu tidur salam dekapmu setiap malam……..

 

 

(saya tuliskan catatan perjalanan kecil ini bunda, pada sebuah hari dibulan Mei, dikota gresik…..kemarin jam 3 dini hari saya terjaga, memimpikannmu memangku kepalaku diteras sambil bercengkerama bersama mas Yudha, saat aku terjaga disampingku tak lagi ada bunda ,saya sendiri dikamar asrama…saat kusadari semua kehangatan itu sebatas mimpi, isak tangisku tak terbendung lagi sampai menjelang subuh…..sungguh saya rindu padamu, Bunda…..)

CATATAN PADA HUJAN

LOGAWA’ 17 APRIL 2011

 

          Perlahan kereta merayap malas meninggalkan stasiun Kota Angin. Pias-pias hujan nampak kompak sekali dengan air mata yang berjatuhan dipipiku. Alasan yang selalu sama,pulang  ke tanah kelahiran ini sama halnya menengok luka lama. Perih. Tapi disana masih ada sedikit sisa kebahagiaan yang masih bisan kukorek, ya….kebahagiaan itu adalah kebersamaan bersama para sahabatku. Sahabat yg memburamkan makna keluarga bagiku. Merekalah keluargaku sebenarnya,karena pada kenyataannya familiku sendiri tak ubahnya orang lain yang tak pernah mencintaiku. Dan kemarin malam satu keluargaku,sahabatku sejak es em pe telah mengucapkan janji menempuh hidup baru dengan seorang imam yang halal baginya. Kami bahagia…..tapi diam2 ada satu sisi hatiku yang terluka. Aku akan kehilangn dia. DIa telah memasuki babak baru dalam kehidupannya itu berarti ga bakal ada lagi acara ngegosip rame2 semaleman dikamarnya,hahahah….kita biasanya menyombongkan mimpi masing2, membahas kondisi politik negara sampe hal paling gag penting seperti cakepan mana pacarnya sama guru idolanya yg dulu sempat bikin hatinya cenat cenut. Ga bakal ada lagi acara rujakan di sungai tengah hutan, hiking, camping…..dibentak2 senior bareng(kadang balas bentak senior hahahah) jalan kaki kewisata Sedudo bareng demi misi organisasi….ga ada lagi manjat poon bareng2……ngejahilin orang pacaran…..makan bakso dan es teh sambil jalan kaki,ga ada acara maen monopoli lagi, ga ada lagi nekad2an nebeng truck pick up, ga ada lagi acara ngebolang rame2, menggila rame2, sinting rame2….dan…dan…masih banyak lagiii….tapi sekarang dia milik suaminya sepenuhnya…..hiks jhikss…..

          Berkali2 kupeluk dan kucium dia yang cantik sekali dengan busana pengantinnya, aku ga relaa……SOUNDTRACK: sesungguhnya aku tak relaaa..melihat kau dengannya….sungguh hati terlukaaaa……(merpati band) hahaaha….lebay.com critanya……Ahhh tapi bukankah semua orang juga akan mengalaminya? Pernikahan adalah suatu fase yg akan dialami semua orang yg telah terpanggil jiwanya untuk menyempurnakan ibadah . Dan honestly…aku gag pernah ngebayanginya..hahahah…..

Tapi kemaren ada satu hal yg diam2 menelusup hatiku dan membuatku nyeri. Saat dia dan suaminya sungkem dengan kedua orang tuanya tiba2 ada suatu bayangan masa depan terlintas. Aku membayangkan akulah pengantinnnya dan orang yg kusungkemi itu adalah kedua orang tuaku, alangkah bahagianya…Tidak…tidak….wake up girl, semua itu hanya bayangan ajah yang ga mungkin bakal jadi kenyataan. Kutahu, kusadar…..orang yg kelak duduk disana adalah YUDHA HARI ANGGORO , orang yg memegang kepalaku dan memberiku restu untuk membina rumah tangga adalah seseorang yang sekarang merangkap sebagai ayah,ibu dan sekaligus kakak bagiku. Disana hanya ada dia, hanya diaa…….Semua itu masih belum bisa kubayangkan…..rasanya sulit sekali menerimanya,

Pernikahan itu seperti apa? Suatu yg terlalu complicated untuk dijalani, tapi itu pasti…….

Tiba2 aku tersentak saat seorang anak kecil menadahkan tangannya, segera kuhapus air mataku dan merogoh uang kecil. Pandanganku kembali menerawang jauh melampaui rintik2 hujan, jauhhh…..membayangkan mimpi2 yang sempat tertunda……kini saatnya yennie melangkah lagi, sudah cukup lama perjalanan ini terjeda, biar luka ini kelak menjadi cerita untuk anak2 dari seseorang yg diutus Allah untuk meng-imamiku menjalani sisa umur…

 

…..logawa…hujan….pengemis….pengasong….dan…..aku semakin sadar, aku jauh lebih beruntung dibandingkan mereka…… 

IRONIS: Menjamurnya Pengangguran Berintelektualitas Tinggi

Memasuki abad 21 ini, pengangguran  menjadi pokok permasalahan yang dihadapi negara. Ironisnya kaum tunakarya ini didominasi dengan sarjana. Penyebabnya dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal, diantaranya menyempitnya lapangan kerja yang ada, sedangkan disisi lain pesatnya lulusan PT tidak diimbangi dengan permintaan dari dunia usaha. Setiap kali perguruan tinggi melakukan “hajatan ritual” akademik berupa wisuda, pundak para sarjana semakin murung disertai ketidakjelasan arah mau ke mana. Para sarjana ternyata masih harus memposisikan diri sebagai individu dalam masa transisi untuk mengadu nasib mencari sesuap nasi.     Kebanyakan  PT tidak mempersiapkan para lulusan untuk memiliki kompetensi dan etos kerja yang memadai untuk menjadikan mahasiswa mandiri dan berjiwa entrepreneurship. Bahkan, opini yang berkembang dimasyarakat mengatakan, kampus adalah pabrik pengangguran yang produktif. Opini ini setidaknya dikarenakan beberapa hal, pertama, kampus tidak memberi jaminan atau garansi mendapatkan pekerjaan kepada para lulusannya. Kedua, kampus tidak memetakan (melakukan survei) kebutuhan tenaga kerja didunia usaha tiap tahun. Pengembangan soft skill di kampus tidak tersistematisasi dalam aktivitas akademik (kurikulum) ataupun kegiatan ekstrakurikuler, sehingga tidak heran jika lulusan kampus tidak mampu memenuhi tuntutan dunia usaha. Akibatnya, tenaga kerja sarjana/diploma melimpah, tetapi dibekalo dengan soft skill rendah. Employability skill tidak ditumbuhkan dalam aktivitas akademik kampus seperti hard skill (information-communication-technology/ICT skill), numeracy & literacy skill( interpretasi data dan angka), dan language skill (Inggris, China dan Jepang). Sementara, soft skill yang dibutuhkan dunia usaha meliputi  manajemen diri, kemampuan teamwork, inisiatif dan terobosan pemikiran, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, komunikasi efeketif, serta perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan.

Semakin membludaknya lulusan uiversitas yang berkapasitas serba tanggung, yang hanya mengandalkan IPK tinggi, dan tidak aplikatif, membuat mereka semakin sulit bersaing dalam merebut lapangan pekerjaan dalam masyarakat Tidak sedikit orang yang akhirnya mengandalkan sejumlah uang pelicin agar bisa lulus dan diterima menjadi PNS. Akibatnya setelah diterima jadi PNS pun kapasitas yang dimilikinya tidak menjamin bisa bekerja secara maksimal.

Alternatif lain untuk mereka yang tidak mampu bersaing berebut lowongan pekerjaan adalah memilih pekerjaan apa adanya, yang penting dapat kerja, walau tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Bukan hanya itu, ujung-ujungnya mereka mejandi penganggur dengan intelek tanggung. Lebih parah lagi sarjana yang perempuan, mereka sangat mudah terkubur sebagai penganggur dan kembali ke dapur atau menjadi ibu rumah tangga saja.

Pengangguran berdampak pada ketiadaan pendapatan yang menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Artinya, taraf hidup masyarakat tidak mengalami perbaikan tapi justru membuat membludaknya masalah kemiskinan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya, salah satunya dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial dan politik sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita Negara, khususnya untuk negara berkembang seperti  Indonesia hal ini sangat membahayakan kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Jika dikaji lebih mendalam lagi dari perspektif sosiologi, meningkatnya pengangguran terdidik sangat membahayakan. Para penganggur yang berada dalam tingkat stress tidak mendapat pekerjaan yang diinginkan itu sangat rentan melakukan tindak kriminalitas. Bahkan dengan kemampuan intelektual yang dimiliki, para sarjana pengangguran itu bisa menciptakan kejahatan baik didunia nyata maupun dunia maya (internet). Seperti pembobolan bank melalui situsnya, penyebaran virus komputer yang mematikan, sampai mengacak-acak data kependudukan. Kejahatan yang menjamur tak ayal akan meresahkan masyarakat. Gejolak sosial akan meningkat dan pelan tapi pasti akan berpengaruh pada kestabilan keamanan negara.

                Solusi untuk mengatasi persoalan pengangguran, hal pertama yang perlu dikembangkan secara maksimal adalah menumbuhkan komitmen wirausaha (entrepreneurship) khususnya dikalangan pemuda, supaya mereka tidak hanya berekspektasi menjadi pegawai negeri atau pegawai kantoran atas dasar gengsi dengan gelar sarjana. Mereka diharapkan tidak menjadi para pencari kerja di instansi pemerintah maupun swasta, melainkan harus mampu menciptakan peluang kerja sendiri.               

 

     Guna menekan kenaikan jumlah pengangguran terdidik, tidak ada pilihan bagi perguruan tinggi (PT) dan dunia pendidikan untuk mengubah paradigma. Jika semula lebih menekankan pada aspek kecerdasan konseptual (kognitif), kini harus dibarengi penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). Pasalnya, berbagai penelitian menunjukkan keberhasilan mahasiswa bukan ditentukan kepandaian yang dipunyai, tetapi oleh faktor lainnya yang sangat penting. Singkatnya, tingkat kecerdasan hanya menyumbang sekitar 20%-30%, sementara jiwa kewirausahaan yang didukung kecerdasan sosial justru menyumbang 80% keberhasilan anak di kemudian hari.

                 Seorang entrepreneur akan berani mengambil risiko, inovatif, kreatif, pantang menyerah, dan mampu menyiasati peluang secara tepat. Lebih dari itu, jiwa dan semangat kewirausahaan juga sangat urgen dalam menentukan kemajuan perekonomian suatu negara. Bukan hanya ketepatan prediksi dan analisis yang tepat, melainkan juga merangsang terjadinya invensi dan inovasi penemuan-penemuan baru yang lebih efektif bagi pertumbuhan ekonomi.

 Disisi lain kampus sebagai media proses belajar mahasiswa harus mampu mengembangkan softskill yang diberikan kepada para mahasiswa. Perlu tenaga pengajar professional untuk  memfasilitasi pengembangan soft skill tersebut. Universitas juga harus mampu bertanggungjawab penuh terhadap mahasiswa hasil output-nya. Tidak hanya ketika mengenyam pendidikan di bangku kuliah saja, namun ketika lulus pun pihak universitas dalam hal ini masih punya beban moral, sosial, dan kredibilitas kepada para alumninya. Universitas harus memperluas hubungannya dalam bermitra dengan perusaahaan-perusahaan yang memerlukan tenaga-tenaga baru yang berkompetisi dibidangnya.

Pemerintah dalam kapasitasnya juga ikut bertanggungjawab dan memiliki peran serta dalam menciptakan keseimbangan antara dunia pendidikan (universitas) dan kebutuhan masyarakat saat ini, baik dari segi pengembangannya maupun proses kegiatan aplikasinya. Perlu adanya kebijakan-kebijakan baru yang mengatur dunia ketenagakerjaan dan jaminan kesejahteraan bagi karyawan. Selain itu, fasilitas peminjaman modal untuk usaha menengah kebawah juga sangat diharapkan guna mendorong semangat berwirausaha.

 

Setelah menelaah dari berbagai aspek, pengangguran bergelar sarjana di Indonesia setidaknya dapat ditekan sedemikian rupa, supaya untuk kedepannya negara Indonesia menjadi negara yang mempunyai pemuda berintelektual tinggi, mandiri, kreatif, dan inovatif melihat peluang yang ada. Para sarjana tidak harus berorientasi untuk bekerja di perkantoran swasta atau PNS atas dasar gengsi dan beban mental. Budaya berwirausaha akan lebih bagus jika dibandingkan dengan menjadi pengangguran sambil menunggu kesempatan kerja yang tersedia. Kebutuhan hidup yang semakin kompleks selalu menuntut pemikiran-pemikiran baru yang segar untuk menciptakan product dan ide bisnis guna lebih mensejahterakan kehidupan bersama.

TEORI MASLOW

Menurut Maslow manusia memenuhi kebutuhannyasecara hirarkis, sayasecara pribadi setuju bahwa teori Maslow tidak sepenuhnya berlaku, hal initergantung dari faktor perubahan jaman, peradapan, keadaaan geografis, tingkatpertumbuhan ekonomi, dll. Teori tersebut bersifat fleksible. Jikateori tersebut bisa diterima pada suatu masyarakat dengan tingkat peradapan dankeadaan geografis tertentu, belum tentu juga hal itu bisa diterima padamasyarakat daerah yang lain meskipun dalam waktu yang sama. Seperti yangdicontohkan pada soal, teori kebutuhan  Fisiologis (kebutuhanbiologis) yaitu Hiraki Kebutuhan Menurut Maslow
Kebutuha fisik diletakkan paling bawah. Padasaat ini kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan yan paling kuat dan mendasardiantara yang lain. Dalam hal ini seseorang sangat membutuhkan oksigen untukbernapas, air untuk diminum, makanan, papan, sandang, buang hajat kecil maupunbesar, seks, dan fasilitas-fasilitas yang dapat berguna untuk kelangsunganhidupnya, merupakan contoh kebutuhan fisiologis. Tetapi hal itu tidak menjadikebutuhan paling mendasar lagi karena dipengaruhi oleh keadaan suatu Negarayang terjajah. Kebutuhan paling dasar beralih ke Kebutuhan Akan Rasa Aman danTenteram (Safety Needs). Sebenarnya tidak bisa dipungkiri, pada awalnyamayoritas dari aktivitas kehidupan manusia ini adalah untuk memenuhi kebutuhanfisik ini.(terkecuali dalam kasus ini) segera setelah kebutuhan dasarterpenuhi, orang mulai ‘cari-cari’ kebutuhan level kedua, yakni kebutuhan akanrasa aman dan kepastian (safety and security needs) muncul dan memainkanperanan dalam bentuk mencari tempat perlindungan, membangun privacy individual(kebebasan individu), mengusahakan keterjaminan finansial melalui asuransi ataudana pensiun, dan sebagainya.,

TeoriMaslow bisa saja berlaku pada suatu komunitas masyarakat tertentu dalam waktuyang sama. Dalam kasus penghasilan, penghasilan tinggi pada suatu masyarakat tidaklagi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, tetapi untuk memenuhi kebutuhanpengakuan diri atau aktualisasi diri, tetapi kebutuhan tersebut pada dasarnyamencerminkan kebutuhan fisiologis dan keamanan. Disinilah letakfleksiblelitasnya, Ketika semua kebutuhan fisiologi, kebutuhan keamaanan, rasasayang dan kebutuhan eksteem telah terpenuhi, maka adalah kebutuhan untukaktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagaiorang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untukdilakukan.” “Seorangmusisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhanini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasadi tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar,tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudahuntuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apayang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Kidung

Image

Bagian I : Maskumambang

 

Dhuh anak mas sira wajib angurmati

Mayang rarah rena

Aja pisan kuwawani

Anyenyamah gawe susah

 

Malam semakin jelaga

Mengurai keluasan langit

Tapi siapakah gerangan perempuan yang mengelusku

Sembari  gumamkan Maskumambang?

Tembang yang biasanya dinyanyikan para dayang

untuk sang putri Raja

Mengandung orok yang belum berupa sempurna

 

Dialah perempuanku, Gusti Pangeran….

Dialah perempuan yang kelak kupanggil Bunda

Perempuan mengetuk langitmu malam buta

Dingin pekat memercik dalam wudhu

Kemudian iringi sujudnya dengan

Menganyam do’a

Kuduskan malammu dengan surah Yusuf dan Mariyam

Tengan tengadah

Jiwa berserah

Pasrah

 

Ya Robb….

Tiupkanlah ruh suci dalam kehidupan kecil ini

Semoga kelak menjelma jadi bocah saleh

Tahu akan adat dan bakti

 

Bagian II : Mijil

 

Poma kaki padaha dipun eling

Ing pitutur ingong

Sira uga satriya arane

Kudu anteng jatmika ing budi

Ruruh sarta wasis

Samubarang ipun

 

Mulut mbah Jarmi tak henti dendangkan Mijil

Untuk perempuanku

Sekedar hiburan  disela nyeri

Untuk kelahiranku, si jabang bayi

 

Langit padhang jinglang

Pernama membulat sempurna

Mengapung disebelah barat

Waktu mengliat

Tangis pertamaku pecah dikebisuan malam

Miris

Seolah menangisi diri sebagai pendosa

Malu akan Tuhan

 

“Sira satriya pinilih, Tole anakku

Kelak jadi pemimpin adil wicaksono”

 

Bapak bungah lantunkan adzan dikupingku

Tangan kokoh membopongku lalu membungkus

Ketelanjanganku dengan jarit tulis Solo

Konon jarit inilah yang paling disuka nenek

Sebelum dia disemayamkan

Pada Jumat Kliwon yang sama seperti hari ini

 

                                        Gresik-2010

                                        (Untuk Ayah Bunda telah berpulang)

REBORN

halo duniaaa……….Hari ini hari yang bersejarah banget buat Ruui karena untuk pertama kalinya setelah blog ini dibuat pada tahun 2007 (jaman gue masih pake rok abu2 hehhehe) .Blog ini telah mati suri sejak 2007 dan Imageakhirnya 2 Feb 2014 Ruui muncul kembali (jeeng jenggg….),  welcome to my world guys….a place to share my story, this is my life…..my endless journey……………………ruui bangkit dari mati suri……