hujan…hujannnn….

 

3 November 2011 pukul 22:30

kawan…

ingatkah kalian saat kita berdiri dalam hujan…?

kita berjanji mebangun dunia kita sendiri dengan segala perbedaan idealisme ini. Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam mimpi. Kita adalah alang2 yang berusaha mempertahankan eksistensi dalam kerasnya habitat ini, …dalam hujan aku masih mengingat air mata yang tertutupi deras hujan, kau dan aku sama2 terdiam….hujan….hujan…..

Pintu

 

22 Agustus 2010 pukul 2:40

Malam buta kembali turun dikamarq, lagi…menunggu pintuq terbuka dan kutemui wajah perempuanq menyuruh mandi….ah,kemana dia sudah lama tak mengetuk pintu ini…kumohon pulanglah…

Ilalang….sebuah perjalanan (part II: saya malu kepada Tuhan……)

 

26 Juli 2011 pukul 20:14

Lagii….

malam menjelang, kulemparkan pandanganku pada lukisan raksasa seorang ibu menggendong balita yang kulukis tahun lalu. Kemudian kehempaskan kembali mataku pada langit-langit kamar.Asyik dengan berhala yang kubangun dalam imajiku sendiri. Waktu perlahan memutar kembali semua peristiwa yang telah lama berlalu. Tiap hari kenangan itu selalu menghantui setiap malam2ku.

semua yang terjadi beberapa tahun yang lalu…

beberapa bulan yang lalu…

beberapa hari..

dan beberapa menit yang lalu….

semua…

semua kembali berseliweran diotakku…

apa yang kulakukan sehari ini? kenapa aku merasa teramat penat dan jengah?

Telepon berdering sana-sini. Hp ikut berbunyi. SMS allert. Email datang silih berganti. Orang tereak sana-sini. Minta ini minta itu.Document berserakan dimeja. Lari sana-sini. Foto ini itu. Edit2 gambar. Input report.arggghh…kadang aku ga pernah ngerti. Semua berulang dari pagi sampai malam. Setiap hari, pulang…tidur dan merenung kembali…”apa yang kulakukan sehari ini?”

Saya percaya Tuhan menganugrahkan pekerjaan bukan untuk membebani hambanya….tapi kadang saya merasa jengah…bingung dengan jalan yang sedang terhampar didepan saya….apakah saya melewati jalan yang salah?

mau tanya siapa? Kenapa hidup tiba2 merasa semakin blur….hilang arah….ahh…semakin bertambah dewasa semakin complicated saja…semua masalah tidak semakin mengerucut tapi malah membentuk labirin2 yang banyak sekali option yang membuatku tambah bingung menentukan langkah. Belum lagi disisi masa lalu orang2 yang telah berhasil menyingkirkannku semua membuatku tertawa ironis,(inget peristiwa bermalam diterminal) tiba2 semua terjadi seperti adegan sinetron…padahal aku paling benci sinetron…..sayang sekali, aku memang terlahir dari silsilah yang tak ku ingini…..dan semua begitu mengguruiku..membebaniku…mencoba bertahan dalam situasi sesulit apapun, tapi kembali lagi pada fakta bahwa yennie hanya seorang gadis biasa dengan segala kemanusiaan-annya…saya tidak sejagoan yang mereka kira… that’s all…..

 

saya malu pada Tuhan…..

Saya malu kehilangan jati diri…

Kehidupan yang keras membentuk pribadi yang semula dibatasi segala norma perlahan luntur.

(astagfirulah….) Yennie jadi temperamental….

Yennie langsung mencaci maki orang yang juga berkata kasar

Yennie suka membanting telephne

suka merobek2 kertas sambil nangis2 sendiri tanpa alasan yang jelas

Yennie ga suka bales SMS ga penting meski itu dari teman atau sahabat sekalipun

Yennie hanya terpacu kalo cell phone nya ter-set hanya untuk hal2 yang penting

Teman2 merasa kehilangan….yeniie ga seasyik dulu diajak bercanda

teman2 kecewa yennie jadi  pemarah…

Yennie ga peduli lagi dengan senioritas, jika merasa benar maka harusnya perlu diperjuangkan…

tapi Yennie lupa…kadang semua idealitas dibatasi oleh wewenang….

siapa sih seorang yennie itu?

 

saya malu pada Tuhan…

saya ingin minta maaf sama teman2….

 

gomenasai for everithing….

gomenasai I know I let you down…

Gomenasai till the end

I never needed a friend

like I do now…….

 

maafkan saya teman…

 

ampuni hamba Tuhan…..

yennie sudah mati……..??

 

25 Maret 2012 pukul 17:32

saya sudah mati….

apa saya benar2 sudah mati?

pertanyaan ini begitu klise, tapi entahlah…semua terasa blur…..

terlalu naif jika saya menginginkan semua yang mati hidup kembali. hahahhah…..

sedangkan saya sendiri ga yakin masih hidup…..saperti mimpi panjang, dan aku pengen kalo bangun nanti semua akan baik2 saja, masih ada ibu yang setiap hari minggu mengajak menanam bunga dihalaman, masih ada mas yudha yang jail menarik kuncir rambutku….masih ada si Ruui, kucing yang gue curi dari sekolahan dulu….masih ada mangga gadung yang manisnya selalu dirindukan. Semua masih sama….pengennya masih selalu sama…..aku yang masih sama manjanya duduk dipangkuan ibu sambil menyombongkan mimpi2ku. Tuhan, kapan saya dibangunkan dari mimpi panjang ini? saya merasa sudah terlalu lama tertidur….saya sendirian tertidur dengan kematian saya….sementara orang2 disekeliling saya bilang kalo saya masih hidup, loh? berarti saya mati dalam hakikat kehidupan saya?ironis sekali ya….hahahaha, sudahlah…..ga ada yang perlu digugat dari perjalanan hidup ini, kalo mau nyerah lo pengecut….semua akan mati, aku …kamu…mereka….kalian….dan semua…..tinggal masalah waktu aja, soal meninggalkan ato ditinggalkan……hidup emang keras, kalo ga bisa survive akan terseleksi oleh alam…….mati dan tanpa dikenang……..

Surat untuk Bunda, Dec 4th 2011

 

8 Desember 2011 pukul 20:08

Perempuanku……

Bunda, hari ini saya ingin bercerita….Kau mungkin akan hancur mendengarnya andai engku masih disisiku, sama hancur dan perihnya dengan perasaanku saat menulis surat ini untukmu…..

4 Dec 2011, mataku memanas saat membaca pesan singkat di HP ku…..

“ASSUUU (anjing) DASARR ANAK HARAM!!!”

 

Sepenggal kalimat itu begitu menamparku. Memoriku memutar kembali pada kenangan masa kecil dimana umurku masih di angka 5. Saat itu kepergian lelaki yang menjadi imammu berpulang selamanya karena kecelakaan lalu lintas yang membuat kau memutuskan pindah ke kampung kakek. Suatu saat aku dikatain “anak haram” oleh teman sepermainanku. Dan yang kulakukan hanya mengadu dan menangis didadamu. Akhirnya ketika beranjak dewasa aku akhirnya mengerti dan memakhlumi tingkat intelektualitas dan ilmu yang berkembang dikampung itu masih rendah. Tak banyak yang mengerti akan pentingnya pendidikan. Tapi, Bunda…perempuanku….hal itu terjadi lagi di tanggal 4 Desember disaat usiaku 22, dia mengataiku “anjing” dan menyebut putrimu ini “anak haram”! Yang membuat hatiku perih dan meneteskan air mata  bukan karena ejekannya, melainkan perasaan begitu ironis  akan sang pengirim pesan adalah laki-laki yang serahim denganmu, yang dulu memanggilmu “mbak”, yang dulu kau banggakan didepanku, yang kau wajibkan aku untuk menghormatinya selayaknya pengganti bapak.

Dia itu  adikmu, Bunda!!!ADIK KANDUNGMU!!!

Dan saat itu juga kubalas pesannya itu” Saya begitu kecewa bahwa orang berpendidikan seperti Anda ternyata tidak cukup mampu membedakan definisi antara anak haram dan anak yatim piatu. Saya ikhlas, dan doa saya ketika membaca pesan Anda ini adalah semoga Allah selalu merahmati anda sekeluarga, semoga anak cucu Anda tak kan pernah dihina seperti saya, cukup saya saja yang dihina sebagai anak HARAM….”

 

Kupandang langit-langit kamar dan mendoakan kesejahteraan  laki-laki yang engkau sayangi itu, Bunda…..Berusaha menepis sedih membayangkan saat kau dengar ucapannya. Semoga hukum  menanam pasti menuai adalah perkecualian untuknya. Jika  dia menanam semak belukar semoga dengan maafku Allah menganugrahinya buah yang manis.

Astagfirulahh….apakah begitu hina menjadi anak yatim piatu?

Apa saya begitu menjijikkan?

Bukannkah pada hakikatnya setiap manusia terlahir fitrah?

Deretan SMS mu pun meluncur melengkapi segala caci maki untukku.

“Jangan hubungi saya lagi. Jangan menggangu kebahagiaan saya. Kamu BUKAN apa2ku”

“Dasar anak Anjing. Sana cari bapakmu!!!”

“……”

“………………….”

Tahukah Bunda?

kenapa laki-laki yang serahim denganmu itu begitu marah saat aku berusaha memperjuangkan nasib Adik perempuanmu, dan satu lagi apa yang dulu kuperdebatkan denganmu begitu nyata. Bahwa ketika kita sok idealis membela sesuatu yang benar, kadang bukan kemenangan yang kita peroleh. Tapi kau selalu berbeda pendapat denganku, kau selalu memaafkan orang2 yang menyakitimu.

Dan percaya kalau kebenaran itu akan selalu menang meski tak mudah.

Tapi aku tak mampu sepertimu.

entah terbuat dari apa hatimu Bunda………

Aku hanya ingin melindungimu, melindungi satu2nya cahaya bagiku….

Aku tak rela mereka menghinamu. Tapi, perempuannku…kau kadang membuatku marah saat memaksaku mengulurkan tangan sirahturahmi pada mereka yang memutus hubungan keluarga padamu. Kau begitu sabar, tapi aku tak mampu mengingkari bahwa permintaanmu itu begitu meruntuhkan harga diriku. Dan sialnya kata-katamu seolah menjadi sihir yang membuatku melakukannya demi melihat senyum dibibirmu. Dan sampai kau tiada pun tak henti-hentinya mereka memusuhiku, entahlah bunda…..yang bisa kulakuka hanya menaburimu doa di setiap sujudku, meminta ampunan jika aku tak mampu menghapus kebencian ini…aku selalu meminta Allah memberi kesabaran, biarlah jika aku begitu hina dimata manusia asal Allah mengangkat derajatku disisinya…..Amin…

 

Bunda, peristiwa ini membuatku semakin rindu akan pelukannmu, rindu akan dekapmu…andai kau masih ada aku akan mendekap dan menumpahkan air mataku di pelukanmu, hingga aku merasa hangat dan tak merasa sendirian berjalan di dunia …..disisimu, semua beban dipundakku terasa tak berarti…………

Aku sayang Bunda……

Aku cinta Bunda…….

Tunggu aku untuk mengunjungi peristirahatanmu yang berupa nisan itu Desember ini…..

tapi kumohon…..kumohon cegah air mataku menderas disisi makammu…..aku ingin sekali saja tersenyum saat mengunjungimu….

SURAT UNTUK ANAKKU………………………….

 

15 Mei 2011 pukul 20:54

            Dear my lovely……(untuk putra/putriku yang belum tau pastinya dikandung dan dilahirkan….).

 

(Gresik, May 2011)

 

Sayang…..

 

Surat ini bunda tulis jauh ketika kau belum dikandung ataupun dilahirkan karena detik ini Bunda belum siap untuk kearah pernikahan….., Sayang…kelak ketika kau cukup dewasa untuk membaca surat ini Bunda berharap kau bisa belajar kehidupan dari kisah ini………

Kemarin sahabat Bunda ,Indah mengabarkan bahwa dia telah mengandung 2 bulan…..Bahagianya Bunda mendengar kabar itu, tapi tiba2 ada yang diam2 menelisip hati ini….Bunda membayangkan engkau ada dirahim Bunda didampingi seorang imam laki2 utusan Allah yang kelak kau panggil Ayah. Mata Bunda memanas……air mata menderas pada malam sepi dikamar asrama ….merasa sendiri, Bunda tak sanggup membayangkan ketika kau dengan mulut kecilmu bertanya dimana nenek dan kakeknya, Bunda harus menjawab apa, Sayang???….Bunda tau….teman2mu kelak pasti akan menceritakan liburannya dirumah nenek-kakeknya dengan bangga, sementara kau pasti tak punya cerita itu, seperti halnya Bunda dulu nak……Ketika teman2 bercerita tentang kakek-neneknya, betapa mereka dimanja dan sebagainya….diam2 Bunda hanya mengalihkan pembicaraan atau memilih duduk disudut dan pura2 sibuk dengan buku, Bunda sedih karena tak punya cerita seindah mereka…..Bagaimana jika itu harus terulang kembali anakku….??? Bunda pasti binggung untuk menjawab apa. Satu hal sayangku….kelak ketika kau sudah cukup mengerti hitam dan putih kehidupan, kelak kau boleh menyalahkan Bunda, kau boleh mengganggap Bundamu ini bukan orang yang baik. Kau akan menemukan satu alasan yang membuat bunda enggan mengenang kampung halaman, enggan menceritakan masa kecil Bunda kepadamu, Jangan pernah menanyakah tentang itu , nak…..karena kau akan memaksaaa bunda menengok kembali luka lama. Bunda sebenarnya juga belajar menjadi bijak dengan mencoba memaafkan orang yang menyakiti Bundamu, menyakiti kakek,nenek serta  pamanmu. Bunda berharap waktu perlahan menghapus luka itu, tapi sayang….maafkan Bunda tidak bisa melakukan itu sampai detik ini. Bahkan ketika kelak kau lahir tanpa pernah merasakah hangatnya gendongan kakek-nenekmu, Bunda akan menyimpan luka ini sendirian. Tapi jangan kawatir kelak suatu saat Bunda akan mengajakmu mengunjungi rumah kakek-nenekmu yang berupa nisan. Kita akan membacakan do’a bersama2, meski perih tapi Bunda akan menjawab semua pertanyaanmu tentang mereka, tentang kampung halaman dimana mereka disemayamkan…..

PEREMPUAN

 

28 April 2012 pukul 19:52

 

 

 

Perempuan datang atas nama cinta

Bunda pergi karena cinta 

Digenangi air racun jingga adalah wajahmu

Seperti bulan lelap tidur di hatimu yang berdinding kelam dan kedinginan 

Ada apa dengannya 

Meninggalkan hati untuk dicaci 

Lalu sekali ini aku melihat karya surga dari mata seorang hawa 

Ada apa dengan cinta 

 

Tapi aku pasti akan kembal

dalam satu purnama

untuk mempertanyakan kembali cintanya.. 

 

Bukan untuknya,

bukan untuk siapa 

Tapi untukku 

Karena aku ingin kamu Itu saja.

 

 

 

 (RANGGA AADC)

PROLOGUE (PROJECT NOVEL GA KELAR2 -BELUM ADA JUDUL)

 

 

 

PROLOGUE

 

 

“APA? Lo buntingin anak orang?” Dewa mendelik saking kagetnya. Hujan  nyemburin es jeruk yang sedang dinikmatinya.

“De, mulut lo ember amat! Sapa bilang gue buntingin anak orang?!”

Dewa dan Kadek langsung ngakak melihat muka Hujan yang super bête dan hampir numpahin es jeruknya. Hujan ga abis pikir kalo akibat kesetresannya  nyusun skripsi bikin IQ Dewa jadi  setengah jongkok (baca: bego tapi ga bego-bego amat).

“Gua bilang, Andra minta gua hamilin dia biar dia ada alasan buat kawin sama gua. Dia muak sama tunangannya , that’s all. It doesn’t mean gue UDAH hamilin dia monyongggg………Puyeng gua…..”

Kadek nyumpat mulut Dewa pake tangannya soalnya dia ga tega ngelihat muka Hujan yang kusut.

“Lo masih sayang sama Andra?”

“nope…” Apa beneran engga ya? Aduh tapi gengsi kalo ngaku didepan anak-anak.

“Hmmp….ka..lo …hmpp lo ga mau ha..mi..linn dia, gua available kok..mhpp….ha..hha…hpp….Kadek, le..pa sinn…guaa…”

“De, lo tuh tega yah ama temen sendiri, lagian si Andra mana mau sama muka lo yang ngepas banget …..udahan becandanya, si Hujan udah suntuk tuh”.

Seorang pelayan datang menyuguhkan sepiring besar gado-gado porsi jumbo sedikit meredam suara berisik Dewa. Kadek melepaskan sumpatan dimulut Dewa.

“silahkan…”

Hujan dengan sigap merebut piring Dewa. “Apaan sih lo, pesen sendiri sana!!…”

“ogah, ini balasan mulut lo…hahahah”

“Hujannnn!!!”

Kadek buru-buru meraih tasnya dan berniat kabur secepatnya sebelum insiden perang gado-gado terjadi. Bukan apa-apa, cuma sayang aja kalo bajunya sampai kotor terkena makanan.

 

 

 

I’M SINGLE BUT NOT AVAILABLE- HUJAN

 

Nama gua Hujan Putra Perdana. Kata Emak sih gue lahirnya pas hujan pertama turun dimusim penghujan.  Sebenarnya kadang gua berfikir andai emak gua translate nama gue ke Inggris kan lebih kerenan, RAIN. Hahhahaha…tapi nama itu sekarang udah dipake nama penyanyi tenar, jadi ga orinil lagi, and thanks God, nama gue setidaknya jauh lebih keren daripada dua sohib gue Kadek dan Dewa (LOL).

Soal casing, gua boleh bangga dikit karena tampang gua termasuk good looking. Banyak orang bilang muka gua mirip Vino G Sebastian. Tapi suerrr gua dan artis itu ga pernah sodaraan. Kabeteulan ajah muka gua ada kemiripan. Bangga juga dibilang mirip artis, tapi menurut emak gua sih gua lebih keren daripada Vino. Entahlah gua juga ga tau, yang penting gua ganteng ajah dan konsekuensinya gua jadi incaran gadis-gadis. Bukannya songong, tapi faktanya emang banyak banget  yang naksir gue. Tapi jangan salah, gua ga playboy dan tukang mainin cewe. Cuman kadang gua ga tegaan kalo harus nolak cewe yang nembak gue, itu sebenarnya demi alas an kemanusiaan (apa bedanya? Ngeless hehehe….). Alhasil yah dalam satu waktu gua bisa macarin lebih dari 1 orang. Tapi itu dulu, masa-masa gua masih dibangku kuliahan dengan tampang lugu gua. Sebelum gua ketemu makhluk manis bernama Andradita. Sejak ketemu dia pelan-pelan gua mutusin cewe-cewe gua karena gua ngerasa emang si Andra ini makhluk yang digarisin Tuhan sebagai part of my soul gitu.  Dia itu kakak angkatan gua, umurnya lebih tua 3 tahun dari gua. Gua kenal dia waktu jadi sama-sama jadi aktivis di Ladang Ilalang, sebuah komunitas yang peduli terhadap anak jalanan. Sebenernya gua waktu itu gabungan komunitas ini cuma iseng doang, cuma niat pedekate sama Andra. Tapi ternyata di Ladang Ilalang ini gua belajar ilmu kehidupan lebih dalem. Ini adalah universitas kehidupan sesungguhnya. Disini gua mulai bangkit dari sisi kelam kehidupan gua dan sadar bahwa Tuhan begitu sayangnya sama gua dengan segala kenikmatan yang diberikan ke gua. Ternyata banyak orang diluar sana yang nasibnya jauh lebih menyedihkan dibandingin nasib gua. Well back to Andra, kalo disuruh deskripsiin si Andra sih pasti gua nyerah. Rasanya majas apapun ga bisa buat gambarin dia. Serius, segala yang gue inginin dari cewe ada pada dia.

“ Hujan, gua denger lo lagi deket sama Desi ya?”

“Desi siapa?” Alis gua berkerut saat denger Andra ngomel-ngomel sama  gua. Tiba-tiba maen todong ajah kayak pak polisi lagi ngintrograsi maling.

“ Ayo ngaku?!”

“ bentar…Desi si MABA fak Ekonomi, apa Desi temen kantor gue? Ato…Desi anak temennya si Kadek?”

“ HUJAAANNNNNN…..berapa banyak Desi sih yang lagi suka ma lo? Ga pernah berubah lo ya? PLAYER!!!, monyet lo!!!”

“wait..wait….apa-apaan ini, Ndra? Lo cemburu yah? Ngaku lo…ihihihihi….resiko orang ganteng siii…”

“Apa? Gue cemburu? Enak aja!! Engga!! Gua  ga cemburu Cuman gua ga suka aja liat cewe lain berantem sama lo selain GUE!!!” Tut..Tut….

“Halo Ndra? ..Ndra…? lho?”

Gue bengong, barusan gua menggarisbawahi kata-kata Andra “Gua  ga cemburu Cuman gua ga suka ajaliat cewe lain berantem sama lo selain GUE” DAMN!! Ini artinya apa? Gue kan single, suka-suka gua dong mau deket sama siapa? Orang yang naksir gua ajah juga ga kurang-kurang. Tapi rasanya kok gua dikekang gini, Sadar Hujan! Andra bukan pacar lo! Dia ga berhak ngekang lo dengan status ga jelas! Lupain Andra, Hujan! Cewe itu bahkan satu-satunya orang di jagat raya ini yang pernah NOLAK  lo!!! (biasanya lo kan suka nolak-nolak cewe-karma kali yeee ……!)

Tapi diem-diem kata-kata Andra barusan bikin hidung gue kembang kempis. Andai dulu lo ga pernah nolak gua, Ndra………

 

 

 

KAWIN MAU, NIKAH OGAH?!- DEWABRATA

 

“ De, gua Cuma minta komitment itu ajah, ga lebih.”  Rara seseunggukan dimeja kerjanya. Gue Cuma mendengus kesel. Gua ga suka bahas komitmen. Kenapa sih cewe selalu nuntut cowo untuk berkomitmen? ! Helowww…gue DEWABRATA, umur 27 tahun desember ini. Punya BMW, dan motor gede. Kerja di showroom mobil bonyok gua. Gua masih terlalu muda untuk diajak berumah tangga. Gua ga siap gendong baby. Gua belom siap tinggalin dunia seru gua sama sohib-sobib gila gua. GUA BELOM SIAP NIKAH!

“lo tau kan gua belom lulus? Gua belom siap…..”

Seperti biasa ini jurus ngeles gua kalo ditodong pertanyaan kapan gua nikahin si Rara cewe gua. Biasanya sih mempan, tapi kali ini gua salah. Gua justru nyakitin perasaan Rara dengan berkata kasar.

“Buat apa nikah muda, Ra? Apa untungnya nikah coba? Elo bakal repot ngurusin anak, ngurusin gua. Toh apa yang elo dapetin saat nikah udah lo dapetin sekarang, tubuh gua, duit gua, APA LAGI? LO HAVE FUN, GUA JUGA FUN, THAT’S ALL!!!

PLAAAKKKK

Sebuah gamparan super dasyaaattt mendarat dengan sempurna dipipi gua.

“Lo keterlaluan, De!!! Jadi selama ini gua lo anggep ga lebih dari seorang PEREK, Bastardt ?!. Apa lo ga pernah nyadar kalo gua cinta sama lo?pake otak lo De, buat apa gua berkorban banyak selama ini kalo bukan karena CINTA?!!!”

Perlahan otak gua tiba-tiba berfungsi sebagaimana mestinya. Ohhh GOSHH….!!! Ternyata selama ini gua lupa ada kosa kata CINTA dalam bahasa Indonesia. Dan sanyangnya gua bego banget sampe ga nyadar akan hal ini. Jadi selama ini gua modal apaan kalo bukan cinta? Modal tampang? Gak banget, gini-gini gua cukup tau diri. Muka gua emang ga sekeren si Hujan. Gua terlahir dengan sosok bongsor, tingggi dan gagah. Gua cukup manly dipandang cewe, meskipun muka gua pas-pas an dengan kulit putih pucat dan berkacamata minus. Ada kesan intelek dimuka gua. Tapi asli gua ga ada pinter-pinternya. Hahahahhaha…Kuliah ajah juga formalitas doang. Itu pun udah 10 semester ga lulus-lulus. Kalo bokap gua ga belain jadi sponsor kampus gua di event-event gitu paling gua udah didepak sejak dulu. Tapi hidup gua cukup seru, materi ada, cewe selalu ada. Meskipun ga sesering si Hujan ganti-ganti cewe tapi gua ga pernah lebih dari 3 bulan ngejomblo. Siapa sih cewe yang mau nolak diantar pake BMW atau Ferari seri-7 terbaru? Siapa cewe yang mau nolak diajak shopping sama gua? Meskipun emak bapak gua bukan orang konglomerat, tapi memiliki beberapa cabang showroom mobil dijakarta dan Surabaya cukup bikin hidup gua berlimpahan materi.

RRRRRR…………Gua masih bengong ditinggal si Rara diruangan kerjanya. Tiba-tiba hape gua bordering.

“yoi, bro….gua kesana? Ditempat biasa ya? Ok Ok…..i’ll be there within 10.”

Entahlah, meskipun perasaan gua lagi berantakan tapi kalo si Kadek ato Hujan butuhin gua, pasti gua lebih mentingin mereka. Mereka sobat suka dan duka gua. Ga pake topeng kalo sobatan. Ga mandang materi gua doang, tapi tulus bertemen sama gua ga kaya lainnya.

 

 

CINTA ALA JAILANGKUNG, DATANG GA DIUNDANG PULANG GA BILANG-BILANG –KADEK

 

Fiuhhhh…aku menghela napas berat sambil meneguk capucino tetes-tetes terakhirnya. Buntu. Otakku bener-bener ga jalan. Argghhhhhhhh!!! Padahal deadline project novel inggal menghitung hari. Tiba-tiba YM gua kedip-kedip. Ada nama “Little Duck” say hi. Hatiku langsung bersorak. HURRAY!!!

‘’hi, anak kecil…”

“tumben nongol, bebek jelek?!”

“kamu masih ada utang loh ma aku…ihihih :D….”

“appaan?”

“loh kan lo kalah tarohan bola kemaren ma gua….yang kalah kan bakal ngelakuin apa yang diminta yang menang hwwjwjwjwkwkwkw…”

“:/ huh…..oke oke…lo minta apa?”

“gua minta lo jadi cewe gua.”

DEG!!! Oo emmm jiii…..udah sarap anak ini. Okelah gua juga suka sama dia, BANGET!! Tapi apa kata dunia kalo gua jadian ma cowo yang udah punya tunangan!!!

“SARAP ya kamu? Ga mungkin lah…kan kamu udah punya cewe, tunangan malah statusnya!! jangan becanda ah!!!”

“gua serius…..”

“aku ga percaya ahhahah”

“Lo itu ga bisa diajak ngomong serius yah? Tolong hargain perasaan gua”

“oke, makasih buat perasaanmu, I am truly appreciate it….”

“apa kamu juga suka ama aku?”

“buat apa kamu tanya perasaanku? Kalo aku bilang iya pun apa bisa merubah keadaan? Ga kan? Pkoknya aku menghargain perasaanmu aja gitu…”

“ini ga fair………..”

HELLOOO…Ga fair katanya??? Aku berfikir justru ini yang ga adil buat AKU!!! Tapi kenapa dia yang justru merasa tersiksa? Harusnya aku!! Aku yang digantung dengan posisi ga jelas. Aku yang suka sama dia tanpa bisa memiliki seutuhnya!!!

Tiba-tiba pintu kost gua berdecit. Dan dibalik pintu tersebut sudah nongol dua potong muka gejenya si Hujan dan Dewa. Tanganku otomatis langsung ngelus dada. Alamat kost ini jadi kandang kambing karena ulah mereka yang ada aja.

“you guys, ga pernah diajarin kalo masuk kamar orang ketuk pintu dulu ya?, kalo aku lagi ganti baju gimana, nyet?!! Aku  kan ceweeee…!!!” Semprotku sambil  melempar pensil ke dua makhluk itu. Mereka terkekeh.

“Loh sejak kapan dunia mendeklarasikan kalo lo cewe?” Sambar si DEwa. Hujan meraih remote TV dan nyamber sekotak cemilan gua.

“udah ah, males berantem sama kamu, De! You two should understand that I have all what men wants!., I am pretty, smart, good career, what else?”

“Ouwwh really? So how come no one accompany you in weekend, babe? No boy friend? Hahahhaha”

“Monyet lo! Aku selektif kali cari pasangan, ga kaya kalian berdua….pacaran ga pernah berdasarkan cinta! Aku cuma mau pacaran sama orang yang bener-bener cinta sama aku, that’s all!”

“wait, honey…..what did you say? CINTA? Hahahahhaha……”  Gua lihat Dewa ketawa datar. Aku nangkap ada sesuatu dimatanya. Seolah ada yang disembunyiin.

“lo baek-baek aja De?” kali aja kalo si Dewa curcol gua dapetin wangsit buat ngelarin novel hehehe. Tapi asli, sebenernya aku kasihan ngelihatnya.

“ Rara nodongin gua buat kawin tahun depan…., gua ga bisa, guys…………….”Tiba-tiba suasana jadi hening. Sesepi kuburan (hayahh..lebay…).

“seingatku kamu kan udah macarin dia 3 tahun, De. Aku rasa sebagai cewe  juga pasti akan bersikap yang sama. AKu juga passti minta komitmen….”

“ Tapi gua ga siap dengan semua, gua ga yakin apa gua bener-bener cinta sama Rara. Orang baru hari ini gua sadar kalo dalam bahasa indonseia ada kosakata CINTA, dan ironisnya gua ga bisa mendefinisikannya….”

“You can’t describe it, just feel it….” Sambung Hujan sok bijak dengan tampang diserius-seriusin. Pengen lempar mukanya pake leptop ajah rasanya, tapi untuk setting kali ini dikamarku lagi galau dan sedih gitu, bukan saatnya bercanda.

“Dear, listen…that’s why I told you before….kalo cuma kalian modal materi doang, kalian ga bakal ngerti serunya pernikahan itu. Sorry to say this, tapi  kalian harus mulai belajar dari sekarang. Belajar cintai Rara atau cari pengganti, Rara yang bisa bikin kamu ngerti apa itu cinta…”

Great! How come I can say this damn thing (love)?!! Okay, thanks God, I am getting an inspiration now. Langsung aku samber laptop dan  ngetik beberapa kalimat disitu.

“ cinta itu freak, dia kaya jailangkung. Datang ga diundang dan pulang ga bilang-bilang. Cinta hadir di hidup kita datang dan pergi sesukanya, dan kita Cuma bisa menikmatinya selaku lakon yang kudu memainkan scenario Tuhan”

 

“Fiuhhh, Be te we lo ngundang kite orang ke kandang lo buat apa, Dek?” Hujan akhirnya angkat bicara.

“ Aku udah dapat apa yang kuinginkan, tadi aku ga ada ide buat nerusin novel. Tapi berkat si jerapah Dewa sohibku yang unyu-unyu ini akhirnya dapet inspirasil iihhihiihih….”

“Jadi Cuma gitu doang? Kadekkkk,,,,,,gua piker ada apaaan, saking buru-burunya  nyamperin lo tadi sampe ga sempet mandi dan makan ini, grrrrrrrrrrrrrrr.”

Tawa kita meledak.

“wah lo harus bayar royalty ke gua buat inspirasi lo tadi ke gue,Dek” Dewa dengan tampang nakalnya mulai ngegodain gua.

“heh, tanggung jawab lo, gua laper dan bau ini!!” sambung si Hujan membeo.

“OK OK….bentar gua pesen ketoprak dulu didepan hiihihihi….btw Jan, kalo makan gua bisa tanggung jawab kalo mandi ya mandi sendiri yah wkkwkw” Gua ngeloyor sambil ngakak. Sempet terdengar si Hujan ngomel-ngomel.

“Monyeett si Kadekkkk…………..sapa mau mandiiin gua ini????”

“masa iya lo mau gua mandiin? Hahahhahahahahhah” sahut Dewa konyol.

Reaksi gua Cuma satu. HUEK!!! Mereka ini udah sarap!!!

 

 

 

——————— BERSAMBUNG tapi ga tau kapan mau nyambungnya hikzzzzz—————–

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilalang, Sebuah Perjalanan (AN UNMENTIONABLE OTOBIOGRAPHY)

Ilalang, Sebuah Perjalanan

AN UNMENTIONABLE OTOBIOGRAPHY

 

ILALANG

Nama gue  Ilalang, yang pasti kalo elu liat KTP gue pasti ga sama. Nama  disurat kelahiran gue sebenernya Yeni Komala Shanthy, tapi entah kenapa pas EsDe gue korupsi huruf dan maen ngerubah spelling nama gue sendiri, jadilah nama ijasah gue dari EsDe sampe EsEmA Yeni Kumala santi, tapi it doesn’t matter lah…….Apalah Arti Sebuah nama?…..(ini kata2 yang paling gue apal dari seorang William Shakespeare hahhaagaggagaga…..) Tapi apapun itu, yang penting nama gue bukan itu lagi, yaaa…!!! Yeni Komala Shanty/Yeni kumala Santi SUDAH MATI!!! Sekali lagi gue tekanin:SUDAH M A T I !! GAME OVER!! KOIT!!! Yang ada hanya ILALANG…..Panggil gue Ilalang!!!!

 

 

ILALANG ITU BUKAN MAWAR

Kenapa gue milih nama ILALANG dan bukan yang laen? misalnya…….melati,….dahlia…..,sedap malam….. ,lili…… anggrek ato bahkan  RATU KEMBANG, MAWAR misalnya ….mereka pun jauh lebih indah kan…. Alesannya  sich karena Ilalang simbol keliaran!! Tapi Ilalang bukan tanaman jalang!!Ilalang symbol pemberontakan!! (keren!!gue suka istilah  ini) ketegaran!!,seperti yang elu2 tau… keberadaan ilalang  ga pernah dicatat peradapan!!Dia tanaman yang tersingkir dari dunia tapi masih berusaha mempertahankan eksistensi!!Dia bisa survive idup dimana ajah. Dia BRUTAL Tapi masih punya moral!!Dia mandiri ga seperti benalu!! Dia emang ga secantik mawar, tapi mampu menampilkan keanggunan ditengah keangkuhan habitatnya yang keras!! Dia ga punya duri sebagai senjata tapi punya akar yg kokoh yg bahkan angin pun ga sanggup bikin roboh, kecuali kalo badai dasyat heheheheeh….pasti koit….

Nama gue Ilalang!!

Panggil gue Ilalang!!!

 

TANAH KELAHIRAN, TANAH KEMATIAN

Firstly,…ceileee sok nginggris lagee gue..hahagaggaga……okey…okey……gue ngerti bahasa inggris gue emang payah abis, tapi sekali2 narsis dikit kan gpp kan?hehe,….Nach pertama-tama gue minta ijin dulu penggunaan bahasa SLANG ala Indonesia khususnya  orang Betawi”ELU-GUE”.Yupppzzz ………secara karena gue bukan orang betawi.Gue orang Jawa asli . Alasan kenapa gue corat-coret pake bahasa ini bukan bahasa “AKU-KAMU” ,karena gue pikir “AKU-KAMU” masih tergolong formal. Bukannya gue ga bangga sama bahasa ibu gue sendiri ato sok gaul biar dikata anak Jakarta, salahhh bangeettt meennn…..alesannya Cuma itu tadi, masalahnya kan tulisan ini  dibikin ga pake EYD dan Tata bahasa selayaknya tulisan makalah, disertasi, ato penelitian ilmiah makanya untuk kata subyek gue ga mau pake yang formal. Ini tulisan iseng tapi dibuat berdasarkan kisah nyata.Ga da tendensi tersembunyi, ga da maksud buat mencemarkan nama baek seseorang(soalnya gue yakin nama mereka uda tercemar meski tanpa disinggung dalam tulisan gue neey hehehehe)….suer….ini Cuma ekspresi dari beban yang selama ini ngeganjel di atie gue,….just share….. (Buat guru tata bahasaku pas Esema dulu : Im so sorry kalo mantan murid bandelmu ini ga pake bahasa EYD seperti yang udah dijadikan standart kompetisi   L )

Bicara soal  kampeong halaman, sama halnya seperti menengok luka lama. Majas perumpaman apapun ga bakal bisa merefleksikan rasa sakit yang gua alami. Yang pasti luka itu lebih dasyat daripada  luka tersayat pisau ditetesin  lemon. Perih. Ini bukan karena gue sok lebay, sok dramatis ,ato terlalu hiperbol menggambarkan takdir gue.Ini FAKTA. FACT!!! Yang mau ga mau harus gue telen meski sepahit brotowalli  Gue terlahir dari sebuah rahim suci seorang perempuan disebuah kota kecil dibawah kaki gunung Wilis yang agung. Kota yang begitu kecil. Orang menyebutnya kata Bayu karena hampir tiap hari angin bertiup sepanjang musim kemarau dan penghujan. Tapi aku menjulukinya sebagai kota mati, seperti dalam film House of  The Wax. Kota yang selalu sepi.

Kadang gue sering ngelamunin apa jadinya kalo anak cucu gue kelak bertanya tentang kampoeng halaman ibunya (meski gue belom kepikiran buat kawin sekarang hehehehe), jujur gue ga sanggup ngejawabnya, speechless……entah harus bangga……. entah benci…….Tanah ini uda menggoreskan sejarah termanis, lebih manis dari madu ato kurma sekalipun. Itu karena satu hal Bro….., sejarah itu diukir penuh cinta oleh  sepasang tangan perempuan yang gua panggil IBU. Yaaa…..perempuan itu absolutely adalah dunia gue..….everything lahhh pokoknyaaaa………Tapi sayangnya kebahagiaan dalam dunia kecil gue itu harus The end…kudu tamat….tercemar oleh orang2 SINTING……Brengsek…..Ngehe……Sarappp…….bahkan  semua kosa kata sekasar apapun kaya BITCH, ANJING, SETAN, ASSHOLE, JERK, FUCK OFF, ato MOTHER FUCKER sekalipun belum cukup ngegambarin betapa biadapnya orang2 itu.( Sorry kalo ada yg agak risih gue ngomong jorok ato kasar….) Inilah yang bikin gue mencintai sekaligus membenci tanah kelaeran gue dalam satu waktu. Ketika corat-coret ini gue tulis pun  satu hal yang mendasarinya adalah gue pengen ngekubur dalem2 kampoeng halaman gue. Gue Cuma pengen ngelanjutin idup gue dengan membuka halaman baru dan bertekad ga bakal nengok lagi masa lalu gue, sejarah gueee……

Intinya….bumi bayu adalah tanah dimana bayi mungil yg bernama Ilalang menghingarkan suasana magrib pada tanggal 16 juni 1989 dengan tangisan pertamanya, sekaligus bumi kematian dimana satu2nya DUNIA yang Ilalang punya dirampas. Bumi bayu,menorehkan sebuah perjalanan panjang yang jeda atau titiknya tak pernah ketemu sampai kapanpun. …sampai kapanpunn…..LIFE……JOURNEY……DESTINY……FACT……HURT…..SMILE….REVENGE AND  TEARS……

 

ILALANG BUKAN ANAK HARAM!!!

Masih ngebekas banget kenangan 19 taon yang lalu, saat itu gue masih  duduk dibangku TK NOL KECIL,(masih imut2nya lhooo,…heheheheheh,kalo sekarang amit2…hiiiii…..)Waktu itu siang bolong tiba2 ada kabar bahwa suami dari perempuan yang ku panggil ibu telah meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Nah,begonya dasar gue masih polos ya kabar itu ga gitu gue ngerti. Gue nangis bombay juga gara2 liat perempuanku nangis histeris .Gue ga ngerti kematian itu apa.(sampe sekarang!!!mungkin….) Itu artinya sejak saat itu gelar janda kembang resmi disandang perempuanku!! Gue baru ngerti akibat gelar janda secara gramatikal dan struktual pas suatu saat setelah kejadian itu gue dikatain anak haram sama tetangga dan temen2 sepermainan gue.Waktu itu perempuan gue mutusin untuk pindah kekampung dengan pertimbangan nemenin kakek yang idup sendirian. SHIT!!!Ibu gue emang janda, gue emang udah ga punya bapak tapi bukan berarti gue itu anak haram. Gue ga habis pikir kenapa mereka segitu gobloknya sampe ga bisa ngebedain anak haram dan anak yatim? Waktu itu gue Cuma bisa nangis sambil ngadu sama perempuanku. Kulihat matanya nanar sambil mengambilku kepelukannya. Tau ga bro, Jawaban dari  pertanyaanku itu akhirnya terjawab beberapa bulan setelah itu. O la laaa…gue baru ngerti kenapa gue sering digunjingin anak haram sama tetangga2 rese. Gue yakin,biar mereka orang kampung mereka cukup paham bedanya makna Anak haram sama anak yatim, mereka ngelakuin itu karena IRI.SIRIK sama perempuanku. Karena perempuanku CANTIK!!!Yaaa….karena perempuanku CANTIK!!!Status janda kembang yang cantik  meski beranak 2 cukup membuat popular nama perempuanku sebagai pendatang baru dikampung.Apalagi perempuanku itu orang modis / fashionable istilah kerennya…..itu karena tuntutan untuk bekerja sebagai karyawati di perusahan Asuransi. Jelas kontras banget dengan gaya pakaian mereka yang rata-rata berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Tapi toh dandanan peremuanku sangat sopan seperti wanita kantoran pada umumnya. Cantik dan awet muda…..bahkan gue sering ditanyain orang apakah perempuan itu kakak perempuanku…hahagagagaga….padahal gue itu anaknya lho….Ketambahan lagi perempuanku itu orang yg cerdas, supel, , awet muda….jiaaaahhh laki2 mana yg ga jatuh atie….(bukannya gue sombong lho….tapi ini fact)Tapi kadang gue berfikir kecantikan dan kecerdasan yg dianugrahin Tuhan pada  perempuanku malah menjadi boomerang bagi kami. Awal bencana dalam kehidupan kami yang pincang tanpa kehadiran figur seorang kepala rumah tangga….seorang bapak!!!Mungkin lebih baek perempuanku ga dikaruniai wajah cantik juga pintar.Dengan gini pasti hidup kami jauh dari fitnah yang datang silih berganti ga pake rem…tiada hari tanpa fitnah,tanpa gossip murahan!!Hellowww…pliiish dech kami tu bukan artis,kenapa tiba2 semua orang pengen jadi paparazy?Gue tumbuh bersama dilingkungan orang2 sarap!!! Apa yang lebih menyakitkan daripada denger perempuan suci yang kuagungkan itu diperbincangkan ngerebut suami orang? Mata suami-suami mereka ajah yang jelalatan kalo leat perempuanku lewat. Ahhh coba bapak Ilalang masih ada mungkin perempuanku itu ga bakal direndahin kaya gene….FUCK YOU semua orang2 yang punya mulut ULAR itu!!Padahal kalean belom tentu lebih bener idupnya!!! ANJING LOE SEMUA!!!!

 

 

 

 

 

 

IRONIS, LAHIR DARI AKAR YANG SALAH

 

Kalo gue boleh milih, mungkin gue lebih suka terlahir dari silsilah seorang pengemis jalanan. Gue meruntuki garis generasi yang menggariskan nama perempuanku sebagai cucu seorang yang terhormat, kaya (kaya monyet tepatnya haagaggaga, padahal monyet sekalipun ga segitu amat bejatnya)!!Gue benci!!Toh pada akhirnya kami harus ancur gara2 harta peninggalan moyang gue. Bukan hartanya yang salah sich, GUE YANG SALAH!!! Rasanya ga seharusnya ilalang tumbuh dalam satu akar sama dengan mawar. Kasta yang sangat kontras kan?CIH!! Kalo aja mereka tau, sebenernya gue bisa idup,bisa survive di alam liar sana tanpa harta2 itu. Gue lebih bangga lepas dari status yang ga seharusnya gue disitu. Kenapa ga bisa berfikir simple sich??!! Secara diliat dari educational background gue cukup yakin otak mereka ga pas2an. YA!!Pinter…..Jenius bahkan….sampe bisa merencanakan scenario penyingkiran keluarga ilalang yang SELICIK ini.SHIT!!!!