catatan bawah pohon mangga

ruui's avatarladang Ilalang

3 Mei 2010 pukul 10:53

aku masih menunggumu di tepi malam ini…..
mendengar kisah yang kau bingkai dalam tawamu
aku masih menunggumu di tepi malam ini…..
sekedar menyombongkan khayalanq saat kelak aq dewasa…
aku masih menunggumu di tepi malam ini….
menyambangi kamar dimana mukenamu terhampar….
aku masih menunggumu di tepi malam ini…..
menceritakan kemolekan mawar yg baru kau tanam…
aku slalu menunggumu ditiap tepi2 malam ini meski q tau tuhan enggan mengijinkanmu kembali,………

View original post

hujan…hujannnn….

ruui's avatarladang Ilalang

Image3 November 2011 pukul 22:30

kawan…

ingatkah kalian saat kita berdiri dalam hujan…?

kita berjanji mebangun dunia kita sendiri dengan segala perbedaan idealisme ini. Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam mimpi. Kita adalah alang2 yang berusaha mempertahankan eksistensi dalam kerasnya habitat ini, …dalam hujan aku masih mengingat air mata yang tertutupi deras hujan, kau dan aku sama2 terdiam….hujan….hujan…..

View original post

the rhapsody of rainy day

ruui's avatarladang Ilalang

 

11 Februari 2012 pukul 21:29—-tik tok tik tok….lagi-lagi tawarnya hujan februari tahun lalu gemericik diatap, kesepian kembali menggelayutiku, sebuah lagu dari oom ebit G ade membuat mataku mengawang jauh kelangit, seolah mampu membaca rahasia Tuhan……kerinduanku akan ayah dan bunda, dan aku dengan cengengnya berusaha nyembunyiin air mata, c’mon girl, loe bukan anak kecil 5 tahun lagi!!! (gue ngomong sama diri gue sendiri), ahh langit, hari ini saya ingin berbicara pada diri saya sendiri, sesaat saja kumohon dengarkanlah saya………..
 
 
 
 

Dan pohon kemuning akan segera kutanam

Satu saat kelak dapat jadi peneduh

Meskipun hanya jasad bersemayam di sini

Biarkan aku tafakkur bila rindu kepadamu

 

Walau tak terucap aku sangat kehilangan

Sebahagian semangatku ada dalam doamu

Warisan yang kau tinggal petuah sederhana

Aku catat dalam jiwa dan coba kujalankan

 

Meskipun aku tak dapat menungguimu saat terakhir

Namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat

Dengan senyum dan…

View original post 104 more words

Saya sangat bahagia,Tuhannn………….

12 Juni 2011 pukul 20:52

Seekor kucing buluk dan kurus mengeong didekat jemuran baju, DEG! Aku memandangnya dengan iba. Ada perasaan perih menjalar dihatiku tiba2 (lebay kann…hadehhh) Segera mungkin kubongkar semua sisa bahan makananku, ternyata aku hanya menemukan ikan lele dan pindang beku di freezer. Perlu banyak waktu untuk membuat esnya cair. Kuputuskan mengambil sekantong ikan teri kering. Kulemparkan kearah kucing itu, dia memandangku ragu2. Tapi akhirnya dimakannya juga teri2 itu dengan lahap. Sebuah senyum menggaris dibibirku. Kebahagiaan melihat adegan ini sungguh tak bisa kujabarkan. Tiba2 temen asramaku masuk dan menggeleng2kan kepalany melihatku tersenyum sendirian.”Kasihan,mbak…dia kelaparan…..”

“Jiah!Naluri peri-kehewananmu muncul lagi dech hhhahahah…..”

Aku menanggapi candaannya dengan senyum saja. Subhanallahh….saya sungguh bahagia bisa sedikit mengurangi Imagerasa lapar makhluk kecil itu. Jadi teringat pesan singkat dari seorang kawan ” salah satu cara membalas kebaikan Tuhan adalah berbuat baik pada ciptaannya(kata bijak dari seorang tokoh)”……saya sangat bahagiaaaaa, Tuhannnnnnnnnn…………………

the rhapsody of rainy day

 

11 Februari 2012 pukul 21:29—-tik tok tik tok….lagi-lagi tawarnya hujan februari tahun lalu gemericik diatap, kesepian kembali menggelayutiku, sebuah lagu dari oom ebit G ade membuat mataku mengawang jauh kelangit, seolah mampu membaca rahasia Tuhan……kerinduanku akan ayah dan bunda, dan aku dengan cengengnya berusaha nyembunyiin air mata, c’mon girl, loe bukan anak kecil 5 tahun lagi!!! (gue ngomong sama diri gue sendiri), ahh langit, hari ini saya ingin berbicara pada diri saya sendiri, sesaat saja kumohon dengarkanlah saya………..
 
 
 
 

Dan pohon kemuning akan segera kutanam

Satu saat kelak dapat jadi peneduh

Meskipun hanya jasad bersemayam di sini

Biarkan aku tafakkur bila rindu kepadamu

 

Walau tak terucap aku sangat kehilangan

Sebahagian semangatku ada dalam doamu

Warisan yang kau tinggal petuah sederhana

Aku catat dalam jiwa dan coba kujalankan

 

Meskipun aku tak dapat menungguimu saat terakhir

Namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat

Dengan senyum dan ikhlas aku yakin kau cukup bawa bekal

Dan aku bangga jadi anakmu

 

Ayah ibu aku berjanji akan aku kirimkan

Doa yang pernah engkau ajarkan kepadaku

Setiap sujud sembahyang engkau hadir terbayang

Tolong bimbinglah aku meskipun kau dari sana

 

Sesungguhnya aku menangis sangat lama

Namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang

Sesungguhnyalah aku merasa belum cukup berbakti

Namun aku yakin engkau telah memaafkanku

 

Air hujan mengguyur sekujur kebumi

Kami yang ditinggalkan tabah dan tawakkal

 

Ayah ibu aku mohon maaf atas keluputanku

Yang aku sengaja maupun tak kusengaja

Tolong padangi kami dengan sinarnya sorga

Teriring doa selamat jalan buatmu ayah tercinta………………….Image

hujan…hujannnn….

Image3 November 2011 pukul 22:30

kawan…

ingatkah kalian saat kita berdiri dalam hujan…?

kita berjanji mebangun dunia kita sendiri dengan segala perbedaan idealisme ini. Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam mimpi. Kita adalah alang2 yang berusaha mempertahankan eksistensi dalam kerasnya habitat ini, …dalam hujan aku masih mengingat air mata yang tertutupi deras hujan, kau dan aku sama2 terdiam….hujan….hujan…..

catatan bawah pohon mangga

3 Mei 2010 pukul 10:53

aku masih menunggumu di tepi malam ini…..
mendengar kisah yang kau bingkai dalam tawamu
aku masih menunggumu di tepi malam ini…..
sekedar menyombongkan khayalanq saat kelak aq dewasa…
aku masih menunggumu di tepi malam ini….
menyambangi kamar dimana mukenamu terhampar….
aku masih menunggumu di tepi malam ini…..
menceritakan kemolekan mawar yg baru kau tanam…
aku slalu menunggumu ditiap tepi2 malam ini meski q tau tuhan enggan mengijinkanmu kembali,………

(aku) Sang Penunggu hujan (i’ll do my crying in the rain)

25 Maret 2012 pukul 18:48

Hujan….aku suka hujan….suara riaknya tik tok diatap….pias-piasnya di daun2…..

kerap kali aku berdiri sendiirian disini menunggu hujan, saat tiba rasanya aku merasakan kehadiran semua potongan masa silam, aku dengan segala idealitasku…aku dengan segala keangkuhanku sebagai perempuan, mana mungkin aku menangisi kehidupan?

 

I’ll never let you see

The way my broken heart is hurting me

I’ve got my pride and I know how to hide

All my sorrow and pain

I’ll do my crying in the rain

 

If I wait for cloudy skies

You won’t know the rain from the tears in my eyes

You’ll never know that I still love you so

Though the heartaches remain

I’ll do my crying in the rain

 

Rain drops falling from heaven

Could never wash away my misery

But since we’re not together

I look for stormy weather

To hide these tears I hope you’ll never see

 

Some day when my crying’s done

I’m gonna wear a smile and walk in the sun

I may be a fool but till then darling you’ll

Never see me complain

I’ll do my crying in the rain

 

 

I WON’T LET YOU KNOW MY TEARS, MOM AND DADDY………….

Tuhan menegur saya……

Dompet hilang. Anehnya uang bertebaran didalam tas. Yang ilang Cuma sebagian kecil uang dan ATM, surat2 beserta sebuah foto kesayangan, foto ibunda tercinta…………..Pagi itu tak biasanya saya melihat foto bunda ada perasaan rindu membuncah, kuciumi fto itu sambil menahan air mata…biasanya saya cuma memandangnya, tapi entah kenapa hari itu aku ingin meencium sepotong wajah itu sebelum siangnya saya kehilangan dompet beserta fto itu……seperti ada firasat akan kehilangan….

 

Saya renungi semalaman , hikmahnya akhirnya saya temukan juga…meski Cuma subyektifitas saya belaka……

 

Tuhan menegur saya…..

 

Foto Bunda selalu saya bawa kemana saja, meski saat melihat wajahnya selalu ada perasaan perih, tak jarang membuat mata tiba2 panas dan basah. Kadang saya merasa Allah tak adil, ada perasaan dicurangi takdir…..Inilah saya dengan keterbatasan saya, betapa tak bijaknya saya sebagai  manusia pendosa sampai bersuudzon pada Sang pencipta. Saya hanya belum mampu mencermati kematian, bukankah semua kesana pada akhirnya? Yang pasti itu mati. Apa bedanya Bunda diambil sekarang atau nanti? Toh Tuhan sudah menggariskan semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.  Saya nanti juga pasti akan mati, kalian juga mati…teman2…semua yang kucintai….semua akan mati…. Entah kapan….

 

Tuhan menegur saya…….

 

Mungkin Allah tak ingin melihat saya selalu meratapi sepotong wajah didompetku, Allah tak ingin saya menggugat takdirnya….karena semua yang Dia gariskan adalah mutlak kuasaNYA.

Ya Rabb, ampuni segala daki yang ada pada hamba…..ajari hamba membaca hikmah yang kau suratkan dalam setiap peristiwa…..setiap anugerah dan bencana…..jagalah keimanan hamba…..

 

 

Amin….

 

Bunda, meski tanpa fotomu didompetku, tapi setiap doa dan wajahmu akan selalu terkenang…..insyaalah saya akan selalu berpedoman pada setiap norma yang kau tanamkan, ditengah kehidupan yang semakin meliar, percayalah….saya tetaplah putri kecilmu yang dulu selalu manja minta dipangku….saya yang selalu minta disuapi meski sudah beranjak dewasa……saya yang selalu tidur salam dekapmu setiap malam……..

 

 

(saya tuliskan catatan perjalanan kecil ini bunda, pada sebuah hari dibulan Mei, dikota gresik…..kemarin jam 3 dini hari saya terjaga, memimpikannmu memangku kepalaku diteras sambil bercengkerama bersama mas Yudha, saat aku terjaga disampingku tak lagi ada bunda ,saya sendiri dikamar asrama…saat kusadari semua kehangatan itu sebatas mimpi, isak tangisku tak terbendung lagi sampai menjelang subuh…..sungguh saya rindu padamu, Bunda…..)

CATATAN PADA HUJAN

LOGAWA’ 17 APRIL 2011

 

          Perlahan kereta merayap malas meninggalkan stasiun Kota Angin. Pias-pias hujan nampak kompak sekali dengan air mata yang berjatuhan dipipiku. Alasan yang selalu sama,pulang  ke tanah kelahiran ini sama halnya menengok luka lama. Perih. Tapi disana masih ada sedikit sisa kebahagiaan yang masih bisan kukorek, ya….kebahagiaan itu adalah kebersamaan bersama para sahabatku. Sahabat yg memburamkan makna keluarga bagiku. Merekalah keluargaku sebenarnya,karena pada kenyataannya familiku sendiri tak ubahnya orang lain yang tak pernah mencintaiku. Dan kemarin malam satu keluargaku,sahabatku sejak es em pe telah mengucapkan janji menempuh hidup baru dengan seorang imam yang halal baginya. Kami bahagia…..tapi diam2 ada satu sisi hatiku yang terluka. Aku akan kehilangn dia. DIa telah memasuki babak baru dalam kehidupannya itu berarti ga bakal ada lagi acara ngegosip rame2 semaleman dikamarnya,hahahah….kita biasanya menyombongkan mimpi masing2, membahas kondisi politik negara sampe hal paling gag penting seperti cakepan mana pacarnya sama guru idolanya yg dulu sempat bikin hatinya cenat cenut. Ga bakal ada lagi acara rujakan di sungai tengah hutan, hiking, camping…..dibentak2 senior bareng(kadang balas bentak senior hahahah) jalan kaki kewisata Sedudo bareng demi misi organisasi….ga ada lagi manjat poon bareng2……ngejahilin orang pacaran…..makan bakso dan es teh sambil jalan kaki,ga ada acara maen monopoli lagi, ga ada lagi nekad2an nebeng truck pick up, ga ada lagi acara ngebolang rame2, menggila rame2, sinting rame2….dan…dan…masih banyak lagiii….tapi sekarang dia milik suaminya sepenuhnya…..hiks jhikss…..

          Berkali2 kupeluk dan kucium dia yang cantik sekali dengan busana pengantinnya, aku ga relaa……SOUNDTRACK: sesungguhnya aku tak relaaa..melihat kau dengannya….sungguh hati terlukaaaa……(merpati band) hahaaha….lebay.com critanya……Ahhh tapi bukankah semua orang juga akan mengalaminya? Pernikahan adalah suatu fase yg akan dialami semua orang yg telah terpanggil jiwanya untuk menyempurnakan ibadah . Dan honestly…aku gag pernah ngebayanginya..hahahah…..

Tapi kemaren ada satu hal yg diam2 menelusup hatiku dan membuatku nyeri. Saat dia dan suaminya sungkem dengan kedua orang tuanya tiba2 ada suatu bayangan masa depan terlintas. Aku membayangkan akulah pengantinnnya dan orang yg kusungkemi itu adalah kedua orang tuaku, alangkah bahagianya…Tidak…tidak….wake up girl, semua itu hanya bayangan ajah yang ga mungkin bakal jadi kenyataan. Kutahu, kusadar…..orang yg kelak duduk disana adalah YUDHA HARI ANGGORO , orang yg memegang kepalaku dan memberiku restu untuk membina rumah tangga adalah seseorang yang sekarang merangkap sebagai ayah,ibu dan sekaligus kakak bagiku. Disana hanya ada dia, hanya diaa…….Semua itu masih belum bisa kubayangkan…..rasanya sulit sekali menerimanya,

Pernikahan itu seperti apa? Suatu yg terlalu complicated untuk dijalani, tapi itu pasti…….

Tiba2 aku tersentak saat seorang anak kecil menadahkan tangannya, segera kuhapus air mataku dan merogoh uang kecil. Pandanganku kembali menerawang jauh melampaui rintik2 hujan, jauhhh…..membayangkan mimpi2 yang sempat tertunda……kini saatnya yennie melangkah lagi, sudah cukup lama perjalanan ini terjeda, biar luka ini kelak menjadi cerita untuk anak2 dari seseorang yg diutus Allah untuk meng-imamiku menjalani sisa umur…

 

…..logawa…hujan….pengemis….pengasong….dan…..aku semakin sadar, aku jauh lebih beruntung dibandingkan mereka……